Berbicara tentang ciri khas, tidak semua daerah atau kampung mempunyai ciri khas yang lebih menonjol akibat pengaruh daerah lain sehingga ciri khas yang melekat hilang begitu saja. Misalnya masyarakat Makassar punya ciri khas yang unik dan diikuti oleh berbagai masyarakat luar sehingga yang mengikutinya hilang identitasnya sendiri.
-
This is Slide 1 Title
This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words.
-
This is Slide 2 Title
This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words.
-
This is Slide 3 Title
This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words.
Rabu, 07 Maret 2018
Pimmali Bagi Masyarakat Dusun Lekke
By Syah Rullah at 19.53
No comments
Di dusun Lekke, terdapat banyak Pimmali (bahasa Bugis Lekke) diataranya yaitu:
1. Tidak boleh banyak bicara kalau makan.
2. Tidak boleh makan dengan Tudang Cekkeng.
3. Tidak boleh menduduki bantal.
4. Tidak boleh makan di luar.
5. Tidak boleh minum pada saat makan.
6. Tidak boleh bernyanyi-nyanyi sambil makan.
7. Tidak boleh memukul-mukul sesuatu ketika waktu tidur.
8. Pada saat menyalahkan api dengan kayu bakar, tidak boleg memakai kaki untuk mendorongnya.
9. Seorang anak tidak boleh tidur di bawah orang tuanya.
10. Pada saat baring atau tidur, posisi kepala tidak boleh mengarah utara dan selatan. Harus arah ke barat.
11. Pada saat baring di rumah, posisi kepala tidak boleh kearah pintu luar. Alasannya, hanya mayat yang dibaringkan demikian.
12. Minyak masak dan kuku tidak boleh dibuang di bawah rumah.
13. Kelapa yang jatuh dari rumah tidak diperbolehkan lagi naik di rumah.
14. Ketika berbaring, tidak boleh Monda (tengkurap)
15. Tidak boleh menjahit pada malam hari.
16. Tidak boleh memotong rambut pada malam hari.
17. Tidak boleh bersiul di rumah ketika malam.
18. Tidak boleh berbaring di tanah ketika diatas tidak ada penghalang.
19. Tidak boleh menginjak kaki orang. Alasannya, nanti mati mama.
20. Tidak boleh melihat bulan dengan serius.
21. Tidak boleh senter mata
22. Tidak boleh makan menggunakan 2 piring berlapis.
Ada satu Pimmali yang diketahui dari Tanru Tedong yaitu tidak boleh pakai sendok kalau makan bersama. Alasan penulis yaitu kita merasa Maciddi (geli) kalau orang pakai sendok. Misalnya, ada satu piring yang berisi makanan, namun ada orang yang mengambil makanan dari piring tersebut dengan menggunakan sendok dan langsung disuap ke mulutnya. Maka orang lain yang makan bersamanya merasa geli untuk memakan sisa makanan dipiring tersebut.
Dari beberapa Pimmali
Diatas, masing-masin
Mempunyai alasan. Namun
Penulis tidak menjelaskannya.
Masi banyak lagi pimmali
Di dusun lekke, namun proses
Update artikel ini bertahap.
Gotong -Royong yang Sering Dilakukan Masyarakat Dusun Lekke
By Syah Rullah at 19.51
No comments
Masyarakat dusun Lekke masi memiliki rasa kegotong royongan misalnya:
1. Mappuce
2. Mitaru/massempo
3. Mattaneng
4. Majjama laleng dll.
Dusun Lekke merupakan
Daerah pegunungan
Jenis - Jenis Mangga di Dusun Lekke
By Syah Rullah at 19.46
No comments
Benerpa jenis mangga khas di dusun Lekke
1. Pao cilapa
2. Pao bali' (hampir punah)
3. Pao lotong
4. Pao hilulang
5. Pao manisi
6. Pao macang (hampir punah)
7. Pao tujung
8. Pao bedda' (hampir punah akibat ulah masyarakat)
1. Pao cilapa
2. Pao bali' (hampir punah)
3. Pao lotong
4. Pao hilulang
5. Pao manisi
6. Pao macang (hampir punah)
7. Pao tujung
8. Pao bedda' (hampir punah akibat ulah masyarakat)
Sayur-Sayuran yang Biasanya Dimasak oleh Masyarakat Dusun Lekke
By Syah Rullah at 19.42
No comments
Berbagai macam jenis sayur-sayuran yang bisa dimasak oleh dusun lekke.
1. Laho/lawo (labu)
2. Daun laho dan pucuknya
3. Bunga Laho
4. Daun Kareta dan buahnya beserta bijinya
5. Kance
6. Kajompi (kacang panjang)
7. Canggoreng (kacang tanah)
8. Jabong
9. Baka (sukun)
10. Utti (pisang juga bisa dimasak sayur)
11. Kahondi
12. Aladi (keladi beserta daunnya)
13. Appa (pelepa keladi)
14. Poddo
15. Kaju Latte (kata orang asalnya dari batu tinggi, penulis belum pernah lihat)
16. Panasa (nangka)
17. Kaliki (pepaya)
18. Daun ceppi/binggali beserta bijinya
19. CempE
20. Ranggo Cempe (buah cempe yang masi muda)
21. Cappa utti (jantung pisang) dll.
1. Laho/lawo (labu)
2. Daun laho dan pucuknya
3. Bunga Laho
4. Daun Kareta dan buahnya beserta bijinya
5. Kance
6. Kajompi (kacang panjang)
7. Canggoreng (kacang tanah)
8. Jabong
9. Baka (sukun)
10. Utti (pisang juga bisa dimasak sayur)
11. Kahondi
12. Aladi (keladi beserta daunnya)
13. Appa (pelepa keladi)
14. Poddo
15. Kaju Latte (kata orang asalnya dari batu tinggi, penulis belum pernah lihat)
16. Panasa (nangka)
17. Kaliki (pepaya)
18. Daun ceppi/binggali beserta bijinya
19. CempE
20. Ranggo Cempe (buah cempe yang masi muda)
21. Cappa utti (jantung pisang) dll.
Rumah yang Sering Digunakan untuk Melaksanakan Tradisi di Dusun Lekke
By Syah Rullah at 19.36
No comments
Di dusun Lekke, terdapat beberapa rumah yang sering digunakan untuk melaksanakan tradisi yaitu:
1. BolaE Pakkalaleng
2. BolaE Pippi
3. BolaE poddangputo
Walaupun rumah lainnya tidak disebutkan tapi ketiga rumah tersebutlah yang umum sigunakan.
Rumah tersebut tidak mutlak digunakan untuk melaksanakan tradisi karena rumah warga lainnyapun bisa digunakan sesuai situasi dan kondisi.
Alat Musik dan yang Berkaitan di Dusun Lekke
By Syah Rullah at 19.31
No comments
Ada beberapa alat musik yang bisa ditemukan di Dusun Lekke, namun ada juga sudah langka diantaranya:
1. Kacaping (kecapi)
2. Gambusu (gambus)
3. Suling (Seruling)
4. Genggong (alat musik yang bahan batang pinang dan cara memainkannya pakai mulut). Sesuatu yang identik bunyinya bisa menggunakan pelepa pohon singkong.
5. Genrang (gendang yang terbuat dari pohon aren dan kulit sapi) yang biasanya digunakan pada saat pernikahan.
6. Genrang Aju (gendang kayu yang berjumlah empat potongan kayu dan dimaimkan oleh dua orang dan masing-masing orang memainkan dua kayu). Kayu yang digunakan adalah kayu Pabbolong karena dianggap bunyinya lebih lantang.
7. Ballolo
Ballolo adalah mainan yang bisa berbunyi dengan cara dihembus dan bunyinya merdu nan syahdu ketika orang yang memainkanya pintar.
Adapu bahannya yaitu batang padi disebut ballili dan gulungan Banga.
Banga: tumbuhan yang berdaun panjang berduri biasanya digunakan untuk pembuatan alas sebagai karpet dirumah secara tradisional atau disebut tappere (Bugis).
Pitu Bujung (Tujuh Sumur) di BiruE Dusun Lekke
By Syah Rullah at 19.19
No comments
Tujuh Sumur hanya di kenal sebagai Bujung LompoE karena Bujung LompoE yang lebih menonjol.
Adapun sumur tersebut ialah:
1.
Bujung LompoE
Bujung LompoE terletak disebelah selatan dari sumur lainnya. Sesuai dengan nanya dikatakan Bujung LompoE karena ukurannya besar. Bujung Lompo (sumur besar).
Bujung LompoE terletak disebelah selatan dari sumur lainnya. Sesuai dengan nanya dikatakan Bujung LompoE karena ukurannya besar. Bujung Lompo (sumur besar).
2. Bujung Keru-Keru
Bujung Keru-keru terletak paling ujung sebelah utara. Namun sumur tersebut tidak terlihat sekrang ini. Nama sumur tersebut diambil dari nama pohon yaitu pohon Keru-keru yang tumbuh tepat diatas sumur tersebut. Dikatan Keru (miring) karena daun pohon tersebut bemtuknya miring dan bisa difungsikan sebagai penggosok peralatan dapur. Buah pohon keru-keru bisa dimakan dan rasanya agak manis ketika sudah masak.
Bujung Keru-keru terletak paling ujung sebelah utara. Namun sumur tersebut tidak terlihat sekrang ini. Nama sumur tersebut diambil dari nama pohon yaitu pohon Keru-keru yang tumbuh tepat diatas sumur tersebut. Dikatan Keru (miring) karena daun pohon tersebut bemtuknya miring dan bisa difungsikan sebagai penggosok peralatan dapur. Buah pohon keru-keru bisa dimakan dan rasanya agak manis ketika sudah masak.
3.
Bujung Kenrang
Bujumg Kenrang terletak di sebelah selatan bujung keru-keru dan masih terlihat jelas bentuknya yang dikelilingi susunan batu. Penamaannya tidak berbedah jauh dengan Bujung Keru-Keru yaitu terletang pohon kenrang diatasnya. Namun pohon tersebut tidak bisa dimakan secara langsung akan tetapi harus dimasak terlebih dahulu dengan cara dipule menurut kata orang terdahulu.
Bujumg Kenrang terletak di sebelah selatan bujung keru-keru dan masih terlihat jelas bentuknya yang dikelilingi susunan batu. Penamaannya tidak berbedah jauh dengan Bujung Keru-Keru yaitu terletang pohon kenrang diatasnya. Namun pohon tersebut tidak bisa dimakan secara langsung akan tetapi harus dimasak terlebih dahulu dengan cara dipule menurut kata orang terdahulu.
4.
Bujung Tengnga
Bujung Tengnga letaknya sebelah selatan sumur Kenrang dan tepat pada di bebatuan. Dikakan Bujung Tengnga karena letaknya berada ditengah dari sumur lainnya.
Bujung Tengnga letaknya sebelah selatan sumur Kenrang dan tepat pada di bebatuan. Dikakan Bujung Tengnga karena letaknya berada ditengah dari sumur lainnya.
Tiga sumur lainnya tidak lagi terlihat letaknya pada sekrang ini akibat tanah longsor akan tetapi setiap tahinnya dibuat tiga lubang layaknya sumur sebagai bukti bahwa sumur tersebut memang ada yang letaknya antara Bujung LompoE dan Bujung Tengnga. Adapun nama sumur ketiga itu tidak diketahui penulis.
Selasa, 27 Februari 2018
Alat dan Bahan yang Digunakan untuk Membuat Gula Merah di Dusun Lekke
By Syah Rullah at 15.21
No comments
Bahan yang digunakan untuk membuat gula merah adalah tuak dari pohon aren dan biasanya memakai Buli Carung. Di dusun Lekke tidak memakai tuak selain tuak aren seperti halnya daerah lain. Tuak aren dan campur Buli Carung termasuk alami. Bahkan serbuk kemiri pun digunakan ketika tuak sudah hampir matang untuk menghindari meluapnya tuak akibat busa berlebihan.
Pembuatan gula merah terkadang ada yang aneh akibat kemajuan pengetahuan seperti halnya penggunaan sabun Rinso sebagai pengganti Buli Carung. Sabun Rinso fungsinya untuk mencuci malah disalahgunakan untuk tuak dan pembuatnya tidak memikirkan akibatnya yaitu penyakit tapi lebih memikirkan uangnya.
Alat-alat yang Digunakan Membuat Gula Merah
1. Pammuttu (kuali)
2. Pakkeri (semacam pacul ukuran kecil)
3. Paggaru (pengaduk yang terbuat dari kayu)
4. Timbolo/alat cetak (potongan tulang kelapa yang bawahnya dilubangi)
5. PEpeng (alat cetak terbuat dari kayu)
6. Timpo (bambu yang menampung tuak dipohon aren)
7. Simpa (semacam timba yang terbuat dari Kaddaro Bila)
8. Balombong (dapur)
Hala - Hal yang Dilarang di Bujung LompoE dan Sekitarnya
By Syah Rullah at 15.13
No comments
Adapun hal-hal yang dilarang di Bujung LompoE adalah sebagai sebagai berikut:
1. Tidak diperbolehkan naik di atas sumur sepanjang hutang yang ada.
2. Tidak boleh menggunakan timbah selain Kaddaro Kaluku dan Bila.
3. Tidak boleh mencuci kotoran haid/nipas.
4. Tidak boleh pakai sabun di dekat sumur.
5. Tidak boleh cebo dekat sumur.
Hal-hal yang terjadi pada saat ini.
Banyak masyarakat mengatakan bahwa meningkatnya jumlah orang yang berpendidikan pada saat ini mengancam hilangnya tradisi warisan nenek moyang. Namun kalau dilihat keadaan Bujung LompoE, sebagian masyarakat yang bukan dari kaum terpelajar sedikit demi sedikit mengikis area terlarang Bujung LompoE utamnya samping kiri atas dan kanan semakin dipersempit untuk digunakan lahan pertanian. Bahkan rumah pun ada yang dibangun tepat diatas area terlarang tersebut dan kayu yang menjulang tinggi keatas berusaha dimatikan demi kepentingan pribadi.
Lebah (arinong)
Penghasil madu yang ada di Dusun Lekke
Bujung LompoE di Birue
By Syah Rullah at 14.26
No comments
Bujung LompoE adalah sumur yang bersejarah di Birue. Bujung LompoE pada awalnya bagus penataanya karena bentuknya sudah didesain sehingga kelihatan agak mewah pada saat itu.
Sebelum terjadi tanah longsor, Bujung LompoE mempunyai lantai depan dan samping kiri-kanan yang sangat luas yang digunakan masyarakat untuk mencuci. Selain itu, sumur sersebut juga mempunyai atap yang bisa digunakan berteduh ketikan hujan. Bisa dikatakan bahwa Bujung LompoE adalah sumur mewah pada masa sekitar tahun 1995 karena terbuat dari bahan semen dimana pada saat itu belum ada rumah yang menggunakan semen. Namun sekitar 1995 bentuknya tidak lagi seperti dahulu karena terjadi tanah longsor tepat pada bagian atas sumur tersebut sehingga sumur tersebut terkubur dan tidak terlihat lagi. Namun beberapa waktu kemudian, masyarakat berusaha menggali kembali agar sumur tersebut bisa kelihatan dan terpakai lagi.
Sumur tersebut sudah kelihatan pada saat ini namun tidak tampak seperti dulu lagi karena dulunya ada yang dinamakan Ulu Bujung (kepala sumur) dan Indo Bujung (mama sumur). Ulu Bujung adalah tempat kaluarnya air dari tanah dan tidak bisa diambil airnya secara langsung. Namun ketika air sudah turung ke Indo Bujung, maka barulah bisa diambil airnya. Pada saat ini, kepala sumur saja digunakan karena mama sumur masi terkubur dengan tanah longsor.
Terkuburnya Bujung Lompoe oleh tanah longsor dipercayai oleh masyarakat bahwa yang menyebabkan hal itu terjadi karena masyarakat setempat tidak mentaati aturan yang berlaku seperti tidak diperbolehkan menggunakan timbah yang terbuat dari plastik atau bahan lainya kecuali dari bahan alam yang berupa Kaddaro Kaluku dan Bila.
Bujung LompoE dulunya sumur yang merupakan sumber air yang sangat dibutuhkan masyarakat yang ada di BiruE sebelum adanya pipa air dari bantuan pemerintah setempat. Bahkan masyarakat di Babang Rilau atau Lebba'E selalu berbondong-bondong untuk mengambil air di tempat tersebut ketika musim kemarau. Bisa dikatakan bahwa Bujung LompoE adalah satu-satunya sumur yang dianggap bersih airnya daripada sumur lainnya.
Bujung LompoE tidak pernah kering walaupun musim kemarau panjang melanda.
Ketika musim kamarau, masyarakat antri untuk mengbil air dengan cara berdasarkan urutan kedatangan mereka. Misalnya, jika si A datang dulun daripada si B, maka si A berhak mengambil air terlebih dahulu. Hal ini dilakukan karena air akan habis ketika banyak orang yang mengabilnya. Jadi harus menunggu beberapa menit lagi baru bisa diambil lagi.
Arelle (jagun)
Merupakan tumbuhan
yang dilestarikan
di Dusun Lekke
Adat Istiaadat Dusun Lekke
By Syah Rullah at 14.21
No comments
1. Mangngade
2. Mabbakang
3. Mattampung
4. Mappasoro-Soro
5. Mabaca-Baca
6. Mattoana Ase (padi)
Nama Kampung di Dusun Lekke
By Syah Rullah at 14.14
No comments
Di dusun Lekke, terdapat beberapa kampung yaitu:
1. Wangi-Wangi
2. Lebba'E
3. BiruE
4. Riattang Kaleppe
5. LabocE
6. Angkangi
1. Wangi-Wangi
2. Lebba'E
3. BiruE
4. Riattang Kaleppe
5. LabocE
6. Angkangi
Bujung LompoE (sumur besar) BiruE
By Syah Rullah at 05.19
No comments
Salahsatu sumur yang dianggap suci di BiruE adalah Bujung LompoE (sumur besar). Dilihat dari namanya, Bujung LompoE sesuai dengan namanya yaitu sumur besar karena memang ukurannya besar.
Di sekitar Bujung LompoE, terdapat 6 sumur lainnya yaitu Bujung keru-keru berada paling ujung bagian utara, Bujung Kenrang yang ukurannya agak lebih besar daripada Bujung Keru-Keru, Bujung Tengnga yang terdapat di bebatuan. Sedangkan tiga sumur lainnya tidak diketahui oleh penulis karena memang sumur tersebut sudah tidak terlihat lagi. Akan tetapi, setiap satu tahun sekali, tiga sumur tersebut dibuat seperti halnya sumur pada saat Mabbaja Bujung (membersihkan sumur)
Masjid Nurjannah BiruE
By Syah Rullah at 05.13
No comments
Arti Masjid Nurul Jannah
Masjid Nurul Jannah mempunyai arti yang mungkin masyarakat dusun Lekke tidak sampai 2% mengetahuinya. Masjid Nurul Jannah terdiri dari dua kata yaitu Nurul dan Jannah. Nurul artinya cahaya dan Jannah artinya Surga. Jadi, Nurul Jannah mempunyai arti Cahaya Surga.
Letak Masjid Nurul Jannah
Mesjid Nurul Jannah Birue Dusun Lekke terletak di Pakka Laleng. Masjid Nurul Jannah menempati tempat yang cukup strategis karena berada di tengah-tengah dusun Lekke dimana letaknya berada dekat persimpangan jalan dusun Lekke ke Mattampa Walie, dusun Lekke ke Tellu Limpoe dan dusun Lekke ke Panasae/Tonronge.
Masjid Nurul Jannah mempunyai arti yang mungkin masyarakat dusun Lekke tidak sampai 2% mengetahuinya. Masjid Nurul Jannah terdiri dari dua kata yaitu Nurul dan Jannah. Nurul artinya cahaya dan Jannah artinya Surga. Jadi, Nurul Jannah mempunyai arti Cahaya Surga.
Letak Masjid Nurul Jannah
Mesjid Nurul Jannah Birue Dusun Lekke terletak di Pakka Laleng. Masjid Nurul Jannah menempati tempat yang cukup strategis karena berada di tengah-tengah dusun Lekke dimana letaknya berada dekat persimpangan jalan dusun Lekke ke Mattampa Walie, dusun Lekke ke Tellu Limpoe dan dusun Lekke ke Panasae/Tonronge.
Sejarah Masjid Nurul Jannah Birue Dusun Lekke
Berbicara dengan sejarah masjid Nurul Jannah, mungkin penulis bukanlah orang yang tepat untuk menceritaknnya karena penulis sendiri tidak mengetahui banyak tentang masjid tersebut dikarenakan penulis termasuk dalam kategori pemuda yang belum lahir pada saat pendirian masjid tersebut. Namun tujuan penulis untuk menulisnya agar masjid mempunyai catatan tersendiri bagi masyarakat dusun Lekke untuk ke depannya.
Menurut catatan yang tertulis di Sistem Informasi Masjid (SIMAS), Masjid Nurul Jannah didirikan pada tahun 1965. Awal penggunaan masjid tersebut masi menggunakan daun aren pada dindingnya.
Menurut ibu penulis yang bernama Mode Binti Paddahu mengatakan bahwa "ada suatu masa ketika masyarakat sedang melaksanakan sholat tarwih, tiba-tiba kaum wanita diganggu oleh laki-laki nakal yang tidak melaksanakan sholat tarwih dengan cara menarik mukena si wanita yang sedang melaksanakan sholat tarwih. Gangguan tersebut lebih mudah dilakukan oleh kaum pria karena dinding masjid tersebut menggunakan daun aren yang pada dasarnya sangat mudah dirobohkan.
Menurut catatan yang tertulis di Sistem Informasi Masjid (SIMAS), Masjid Nurul Jannah didirikan pada tahun 1965. Awal penggunaan masjid tersebut masi menggunakan daun aren pada dindingnya.
Menurut ibu penulis yang bernama Mode Binti Paddahu mengatakan bahwa "ada suatu masa ketika masyarakat sedang melaksanakan sholat tarwih, tiba-tiba kaum wanita diganggu oleh laki-laki nakal yang tidak melaksanakan sholat tarwih dengan cara menarik mukena si wanita yang sedang melaksanakan sholat tarwih. Gangguan tersebut lebih mudah dilakukan oleh kaum pria karena dinding masjid tersebut menggunakan daun aren yang pada dasarnya sangat mudah dirobohkan.
Profil Masjid Nurul Jannah
Masjid Nurul Jannah memiliki nomor ID 01.4.26.08.12.000026, luas tanah 250 meter persegi, status tanah : wakaf dan luas bangunan 247 m persegi. Sumber: SIMAS
Kunjungi Facebook Syah Rullah
Kunjungi Facebook Syah Rullah
Dusun Lekke Desa Tonronge
By Syah Rullah at 04.39
No comments
Dusun Lekke memiliki beberapa nama kampung yaitu Wangi-wangi, Lebba'E/Baban Rilau, Pakka Laleng yang sekarang sudah menyatu dengan nama Birue, Riattang KaleppE, LabocE dan Angkangin. Walaupun ada beberapa nama kampung, akan tetapi hanya terdapat 4 rukun tetangga (RT).
RT 1 terletak di Wangi-Wangi, RT 2 terletak di Lebba'E dan BiruE, RT 3 terletak di Laboce dan Angkangi dan RT 4 terlatak di Riatang Kaleppe.
Jumlah populasi di Dusun Lekke merupakan urutan ke ketiga dari segI jumlah dari empat dusun. Urutan pertama terdapat di dusun Panasae dan ke dua di dusun Decce.
Jumlah populasi masyarakat yang ada di dusun Lekke sebagaimana di tulis oleh Ridas Zabbarae di blognya sebanyak 697 pada tahun 2016. Namun dari waktu ke waktu, populasi bisa berubah-ubah jumlahnya.
Bahasa
Bahasa yang di gunakan masyarakat dusun Lekke adalah bahasa Bugis. Namun dalam bahasa tersebut terdapat perbedaan ligat di masing-masing nama kampung.
Wangi-Wangi, Lebba'E dan Birue
Bahasa yang digunakan dari ketiga kampung tersebut cenderung dengan memperhatikan enaknya didengar dari kata yang diucapakan. Kata yang dianggap enak misalnya Laho di ganti lawo, liha diganti liwa dll. Namun masyarakat tetap memperhatikan keaslian bahasa bugis yang digunakan.
Laboce dan Angkangi
Laboce dan Angkangi tidak memperhatikan pengaruh bahasa dari luar. Namun tetap memperhatikan logat asli bahasa mereka dengan tetap menggunakannya dimanapun mereka berada kecuali yang suka jalan-jalan ke kota.
Riattang Kaleppe
Riattang Kaleppe mempunyai logak yang unik. Penulis mengatakan unik karena logak bahasa disana kedengaran serius dan berisi kalau diucapakan. Bukan saja orang tua yang biasa berbicara dengan bobot yang tinggi tapi anak kecil pun demikian. Kalau kita jalan-jalan kesana dan ketemu anak-anak misalnya berumur sekitar 8 tahun, maka kita akan mendengar bahwa anak tersebut bisa berbicara seperti halnya orang tua. Makanya tidak heran kalau pemuda dari sana banyak yang bisa beli motor ninja tanpa bantuan orang tuanya karena dari ucapan yang berbobot disertai dengan usaha. Heheeeeee just kidding.
Apakah Perbedaan Logat Bahasa Merupakan Masalah?
Sebagian dari masyarakat mengatakan bahwa bahasa yang digunakan masyarakat dusun Lekke terkesan tidak baik. Namun kita harus mengetahui bahwa setiap daerah memiliki gaya bahasa yang berbeda. Perbedaan bahasa diakui oleh masyarakat Indonesia.
Perbedaan bahasa sering menimbulkan penghiinaan bagi orang yang tidak bijak. Selain karena tidak bijak, juga mengededepankan egonya demi kepuasan dirinya seakan-akan bahasa yang dimiliki adalah bahasa yang paling perfect.
Menurut penulis, perbedaan bahasa adalah suatu hal yang unik. Karena itu, bahasa yang digunakan oleh masyarakat dusun Lekke tidak perlu ada perubahan dan tetap menjaga keasliannya. Selama tidak menduplikasi dan copy faste bahasa orang, itu tidak menjadi persoalan.
Hal yang perlu diperhatikan, masyarakat sebaiknya banyak belajar. Dengan banyaknya belajar, kita bisa menyesuaikan diri dengan penggunaan bahasa dengan lawan bicara.
You understand, I understand. Kan tidak susah, yang penting mengerti maksudnya.
Tidak perlu merasa derajat setinggi langit.
Don't forget!
Be your self aja!
Jalan
Jalan di Dusun Lekke sudah mempunyai jalur ke kecamatan Tellu Limpoe dan Ke Abbarange, namun untuk ke Abbarange cukup jauh jarak tempuhnya karena harus naik gunung terlebih dahulu. Disamping itu, ada juga jalan tani yang dibuat masyarakat untuk memudahkan perjalanan ke kebun. Namun tidak hanya ke kebun, tapi juga bisa menghubungkan dengan dusun Lekke dengan Lakkoe dan Galung. Selain itu, dusun Lekke juga mempunyai jalan menuju ke Bulu Tanah dengan melewati bawah pohon pinus.
Apakah Perbedaan Logat Bahasa Merupakan Masalah?
Sebagian dari masyarakat mengatakan bahwa bahasa yang digunakan masyarakat dusun Lekke terkesan tidak baik. Namun kita harus mengetahui bahwa setiap daerah memiliki gaya bahasa yang berbeda. Perbedaan bahasa diakui oleh masyarakat Indonesia.
Perbedaan bahasa sering menimbulkan penghiinaan bagi orang yang tidak bijak. Selain karena tidak bijak, juga mengededepankan egonya demi kepuasan dirinya seakan-akan bahasa yang dimiliki adalah bahasa yang paling perfect.
Menurut penulis, perbedaan bahasa adalah suatu hal yang unik. Karena itu, bahasa yang digunakan oleh masyarakat dusun Lekke tidak perlu ada perubahan dan tetap menjaga keasliannya. Selama tidak menduplikasi dan copy faste bahasa orang, itu tidak menjadi persoalan.
Hal yang perlu diperhatikan, masyarakat sebaiknya banyak belajar. Dengan banyaknya belajar, kita bisa menyesuaikan diri dengan penggunaan bahasa dengan lawan bicara.
You understand, I understand. Kan tidak susah, yang penting mengerti maksudnya.
Tidak perlu merasa derajat setinggi langit.
Don't forget!
Be your self aja!
Jalan
Jalan di Dusun Lekke sudah mempunyai jalur ke kecamatan Tellu Limpoe dan Ke Abbarange, namun untuk ke Abbarange cukup jauh jarak tempuhnya karena harus naik gunung terlebih dahulu. Disamping itu, ada juga jalan tani yang dibuat masyarakat untuk memudahkan perjalanan ke kebun. Namun tidak hanya ke kebun, tapi juga bisa menghubungkan dengan dusun Lekke dengan Lakkoe dan Galung. Selain itu, dusun Lekke juga mempunyai jalan menuju ke Bulu Tanah dengan melewati bawah pohon pinus.